# Anak yang tenggelam air bah #
Ada cerita di balik air bah yang menenggelamkan manusia-manusia kafir di masa Nabi Nuh. Ternyata di sana Nabi Nuh teringat akan salah satu putranya. Sebagai orang tua, dia meminta agar anak tersebut naik ke atas kapal dan ikut bersama rombongan keluarga yang lain.
Akan tetapi sang anak menolak. Putra Nabi Nuh yang satu ini memang durhaka. Dalam situasi yang sudah kalur, air bah mulai meninggi, dia tetap tidak mau beriman kepada Allah. Dia malah menganggap bahwa itu peritiwa alam biasa.
"Hai anakku, naiklah ke kapal ini agar engkau selamat dari azab Allah. Janganlah engkau masuk ke dalam golongan orang-orang kafir yang mengingkari agama Allah," ujar Nabi Nuh.
"Aku akan berlindung ke puncak gunung yang tidak bisa dicapai oleh air, sehingga aku tidak akan tenggelam," jawab Sang anak.
Nabi Nuh mengingatkan, "Tidak ada satu kekuatan pun yang sanggup mencegah takdir Allah. Jika seseorang ditakdirkan tenggelam, ia pasti tenggelam, sebagai balasan bagi orang-orang kafir."
Putranya tetap menolak ajakan Nabi Nuh. Ia yakin bisa mencapai puncak gunung dan berlindung di sana. Akan tetapi, bukan itu yang terjadi. Air bah terus meninggi dan menenggelamkan putra Nabi Nuh.
Detik-detik ketika putra Nabi Nuh as tenggelam, dia meminta kepada Allah agar putranya diselamatkan. Karena Nabi Nuh ingat bahwa Allah akan menyelamatkan semua keluarganya. Akan tetapi Allah menjawab bahwa putra nabi Nuh yang durhaka itu bukan termasuk keluarga yang dijanjikan untuk diselamatkan. Terlebih lagi dia tidak beriman kepada Allah.
Allah melarang Nabi Nuh meminta sesuatu lagi, kecuali itu adalah hal yang dia yakini benar. Akhirnya Nabi Nuh menyesal dan mengakui kesalahannya.
"Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, wahai Tuhanku. Aku tidak akan memohon sesuatu yang tidak Engkau ridhai. Jika Engkau tidak mengampuniku, niscaya aku termasuk orang-orang yang merugi."
Akhirnya Nabi Nuh mengikhlaskan putranya tenggelam bersama kerumunan orang-orang kafir yang tidak taat kepada Allah.

Comments
Post a Comment